Synopsis

Buku ini adalah buku pertama dari empat buku yang ditulis oleh Prof. Robert B. Coote bersama David Robert Ord. Buku kedua adalah Demi Membela Revolusi: Sejarah Elohist, buku ketiga, Sejarah Deuteronomistik: Kedaulatan Dinasti Daud Atas Wilayah Kesukuan Israel, dan buku keempat, Pada Mulanya: Penciptaan dan Sejarah Keimaman.

Sebaiknya keempat buku tersebut dibaca berdasarkan urutan ini dan dengan demikian Anda akan dapat memahami latar belakang sejarah dan dinamika dari kehidupan bangsa Israel Alkitab sebagaimana yang terdapat dalam 9 dari 24 kitab suci mereka. Pendekatan kritik sejarah terhadap sejarah awal Israel Alkitab ini menghasilkan adanya empat tradisi, atau yang disebut juga sumber, yaitu sumber Yahwist disingkat Sumber Y, Sumber Elohist disingkat Sumber E, Sumber Sejarah Deuteronomistik disingkat Sumber Dh, dan Sumber Priestly, disingkat Sumber P.  Disebut Sumber Y karena berdasarkan pemahaman atas perbendaharaan kata-kata dan gaya yang digunakan dalam tradisi atau sumber tersebut, nama yang digunakan untuk menyebut dewa dalam sumber tersebut adalah Yahweh. Berdasarkan sejarah bangsa Israel Alkitab tersebut, cerita-cerita yang dinilai masuk dalam kategori Sumber Y yang diperkirakan ditulis ketika Daud menjadi raja atas kerajaan Israel Bersatu. Daud diperkirakan menjadi raja antara tahun 1000 SZB sampai sekitar 970-an SZB.

Disebut Sumber E karena dalam tulisan-tulisan itu, dewa itu disebut dengan nama Elohim. Sumber E ditulis ketika sepuluh suku di Israel Utara di bawah pimpinan Yerobeam tahun 931 SZB telah berhasil memisahkan diri dari kekuasaan Rehabeam ketika ia menjadi Raja di Yerusalem menggantikan Salomo. Israel di utara itu yang merasa perlu untuk menuliskan versi sejarah keberadaan mereka sendiri. Sumber E ditulis berdasarkan kerangka yang sudah ada dalam Sumber Y. Bentuk penulisannya dilakukan dengan cara menyisipkan (insert) versi mereka ketika cerita Y tiba pada kalimat-kalimat tertentu.

Disebut Sumber Sejarah Dh karena diduga merupakan satu sumber yang terdiri dari Kitab Ulangan sampai 2 Raja-Raja, tanpa Kitab Ester. Sumber Sejarah Dh ini diperkirakan ditulis ketika Yosia menjadi raja atas Yehuda kira-kira tahun 622 SZB, seratus tahun sesudah Samaria yang merupakan ibu kota Israel Utara jatuh ke tangan Asyur tahun 721 SZB. Yosia ingin mempersatukan Yehuda dengan Israel Utara yang sudah runtuh karena Asyur sedang mengalami masa senjanya. Oleh karena itu, dapat dipahami kalau Yosia merasa berhak atas Israel Utara itu dan menuliskan tulisan-tulisan yang mengimbau rakyat di Utara untuk tunduk ke Yerusalem sebagai ”pusat” pemerintahan dan ibadah mereka juga.

Sedangkan nama Sumber P digunakan karena gagasan-gagasan yang ada dalam kategori keempat ini ditulis oleh Imam-Imam (Priests) sesudah pembuangan dari Babylonia mulai sesudah tahun 538 SZB dan mendapatkan kenyataan bahwa mereka telah menjadi bangsa Yahudi, tidak secara langsung ”bersatu” dengan Israel Utara lagi. Kultus yang diizinkan Koresy dari Persia dalam Bait Suci (Allah) II yang berbeda dengan kultus di Bait Suci I menyebabkan mereka harus mengatur ulang kehidupan mereka di bawah kekuasaan Persia. Kultus mereka sudah menjadi kultus yang sangat berorientasi pada pemenuhan hukum-hukum Taurat. Dari sisi inilah mereka perlu cerita penciptaan lain sebagai dasar legitimasi bagi hadirnya suatu bangsa baru dengan kultusnya. Sumber Y disusun dengan latar belakang kuatnya Mesir sebagai salah satu kerajaan adikuasa, lahirnya kerajaan Israel Bersatu di bawah Daud ini terancam oleh kekuatan Mesir ini. Oleh karena itu, ketika Daud berhasil mendirikan kerajaannya, ancaman terbesar yang dapat menghancurkan kerajaannya itu adalah Mesir. Hal itu dapat disimak dari silsilah yang ditulis Coote dan Ord dalam buku ini. Selain Mesir, tentu menyatukan dua belas suku menjadi satu bangsa dalam satu kerajaan baru, bukanlah hal yang mudah juga. Itulah sebabnya, menyatukan suku-suku ini adalah juga agenda lain yang ingin dicapai Daud melalui tulisan Sumber Y ini. Sudah tentu, mendudukkan kerajaan barunya itu di antara kerajaan dan bangsa-bangsa lain juga menjadi penting bagi Daud untuk dicapai melalui sumber Y ini.

Terhadap kenyataan seperti ini, tidak ada cara lain bagi Daud untuk meyakinkan rakyatnya selain mengatakan bahwa Israel adalah bangsa yang besar, dipilih dan yang diberkati. Ungkapan ini dinyatakan kepada mereka melalui cerita pemanggilan Abraham. Dari silsilah yang digambarkan melalui Sumber Y ini, nyatalah bahwa Israel Bersatu adalah anak sulung Yahweh yang diberkati jika dibandingkan dengan anak sulung Ramses yang mati di Mesir karena tidak dapat berhadapan dengan kekuasaan Yahweh yang membebaskan budak-budak Ibrani itu keluar dari Mesir. Kekalahan dewa-dewa bangsa Mesir yang berarti kemenangan Yahweh menjadikan Israel bangsa yang terpilih dan diberkati. Mesir sebaliknya adalah bangsa yang dikutuk.

back to top ^
Editorial Review

-




back to top ^
Details
Paperback: 536 pages
Publisher: BPK Gunung Mulia
Edition: 1
Language: Indonesia
ISBN-10: 978-602-231-277-2
ISBN-13: -
Product Dimensions: 14x21x1 cm
Shipping Weight: 620 gr
back to top ^
Table of Content

-

back to top ^
Customer Review
Average rating rating
back to top ^