Synopsis

Buku ini diawali dengan ucapan terima kasih dan pendahuluan, yang dilanjutkan dengan bagian isi yang terbagi dalam 3 bagian. Pada bagian akhir, terdapat penutup, rangkuman semiloka, dan biodata penulis.
Bagian pertama buku ini akan membukakan kepada kita terlebih dahulu pemahan teologis terkait dengan rekonsiliasi. Dalam bagian ini, Pdt. Yusak Tridarmanto membukakan bahwa rekonsiliasi dalam pemahaman teologisnya merupakan upaya pemulihan hubungan antara manusia dengan Allah. Selain itu, pembahasan juga berlanjut pada makna ganda rekonsiliasi secara teologis. Vertikal dan horizontal. Makna horizontal dibahas lewat tulisan Pdt. Paulus S. Widjaja. Sebagai orang yang pernah terjun langsung dalam menangani konflik di Poso, Pdt. Paulus sangat memahami apa yang perlu dibenahi terlebih dahulu dalam suatu konflik. Ia menyatakan dalam tulisannya: “Langkah pertama yang harus dilakukan dalam suatu upaya rekonsiliasi adalah menciptakan perdamaian internal antara nalar dan rasa.” 
Pada bagian kedua, pembaca di ajak melihat pentingnya memahami konflik sebagai sebuah persoalan yang bersifat multidimensi; saling berhimpitan antara persoalan suku, ras, agama, dan antargolongan. Penulis mengajak pembacanya untuk melihat posisi perempuan di dalam konflik. Terkhusus dalam konflik antaragama yang marak terjadi di Indonesia. Selain itu, pembaca juga diajak untuk melihat pentingnya membangun kesadaran struktural di kalangan perempuan/feminis sehingga perempuan pun juga dapat menjadi pelaku yang aktif dalam penanganan konflik. mengadakan rekonsiliasi. Dalam bagian ini juga dilengkapi dengan narasi perempuan dalam ruang konflik yang memiliki gaya perlawanan mereka sendiri dalam upaya memulihkan hak-hak mereka di tengah masyarakat.
Pada bagian yang ketiga, penulis mencoba membukakan refleksi-refleksi keperempuanan terkait dengan rekonsiliasi dari berbagai sudut pandang agama, upaya mengedapankan nilai-nilai feminine untuk mewujudkan rekonsiliasi yang juga mencoba melihat melalui kisah-kisah di Alkitab, dan pentingnya mengembangkan seorang mediator yang berwawasan pluralis, terkhusus di kalangan perempuan pemuka agama. Pembahasan dalam bagian ketiga ini melibatkan juga tokoh-tokoh dari berbagai agama (Katholik, Kristen, Islam, dan Buddha).

back to top ^
Editorial Review

Indonesia merupakan negara yang majemuk,dengan beragam suku, agama, bahasa, dan kepentingan yang berbeda-beda. Ini merupakan satu hal yang dapat dibanggakan sekaligus mengkhawatirkan karena apabila kepentingan-kepentingan yang beragam tersebut tidak dikelola dengan baik maka dengan sangat mudah memicu konflik. Dalam hal ini, perempuanlah yang sering kali menjadi korban dari setiap konflik yang terjadi. Upaya-upaya perdamaian yang telah dilakukan pun sepertinya tidak mengurangi potensi kekerasan terhadap perempuan dalam konflik yang terjadi di berbagai tempat. Kaum patriark sering kali tidak melibatkan perempuan dengan sisi feminisnya dalam mengupayakan perdamaiana atau membawa nilai-nilai feminis dalam upaya rekonsiliasi.

Buku ini merupakan gabungan dari makalah dan hasil-hasil diskusi dari suatu workshop yang diadakan oleh Pusat Studi Teologi Feminis Universitas Duta Wacana. Workshop itu sendiri diikuti peserta dari Kristen, Katolik, dan Islam dilaksanakan dalam rangka menemukan dasar-dasar dari agama-agama yang ada dalam melakukan rekonsiliasi dari perspektif perempuan. Perspektif feminis juga dirasa penting untuk dapat dilibatkan dalam konflik. Penyunting menyatakan:

“Sebagai sebuah spiritualitas untuk melawan penindasan, feminisme menawarkan harapan pelepasan perempuan dari ‘konstruksi nasib buruk’”

Pada akhirnya, melalui buku ini diharapkan juga dapat terjadinya hubungan yang sederajat antara laki-laki dan perempuan dan juga upaya rekonsiliasi yang melibatkan perempuan.




back to top ^
Details
Paperback: 166 pages
Publisher: BPK Gunung Mulia
Edition: 1
Language: Indonesia
ISBN-10: 978-602-231-299-4
ISBN-13: -
Product Dimensions: 21x14x1 cm
Shipping Weight: 200 gr
back to top ^
Table of Content

Pendahuluan
Bagian 1: Dasar Teologi
Perdamaian dan Rekonsiliasi: Telaah dari Sisi Perjanjian Baru (Pdt. Yusak Tridarmanto)
Perspektif Feminis dalam Wacana Rekonsiliasi Antar-Umat Beragama (Pdt. Paulus S. Widjaja)

Bagian 2: Perempuan dan Konflik
Konflik Antaragama: Sebuah Pendekatan Sosiologi Feminis (Basilica Dyah Putranti)
Potret Perempuan (Berteologi) di Ruang Konflik (Rudolf Rahabeat)

Bagian 3: Perempuan dan Rekonsiliasi
Spiritualitas Rekonsiliasi: Perspektif Perempuan Katolik (Sr. Hetty Sriwidjajanti, CB)
Perempuan sebagai Pelaku Rekonsiliasi: Perspektif Feminis Kristen (Pdt. Asnath Niwa Natar)
Dialog dan Rekonsiliasi Antaragama: Perspektif Feminis Islam (Siti Musdah Mulia)
Perempuan dan Rekonsiliasi: Perspektif Buddha (Bhikkhu Jotidhammo)
Penutup
Rangkuman Semiloka
Biodata Penulis

back to top ^
Customer Review
Average rating rating
back to top ^