Other Picture
Synopsis

Alkitab mengatakan ada suatu masa ketika Allah dan Adam berjalan bersama
di Taman Eden dan berbicara sebagai sahabat.

Lalu, doa pun menjadi sama alaminya seperti obrolan dengan seorang rekan atau kekasih. Namun, kini banyak di antara kita yang menyuarakan komentar seperti ini: “Saya tidak selalu bersikap jujur saat berdoa. Kadang hal itu terasa seperti dipaksakan, mirip semacam ritual. Saya sekadar mengulangi kata-kata. Apakah Allah mendengarkannya? Haruskah saya melanjutkannya sekalipun tak yakin bahwa apa yang saya lakukan itu benar?” Banyak orang Kristen selalu menganggap doa sebagai hal yang penting—sekaligus membuat frustrasi: Jika Allah Mahatahu, buat apa kita perlu berdoa lagi?

Ditulis sebagai sesama peziarah, Philip Yancey mengupas topik ini—persimpangan
misterius tempat Allah dan manusia bertemu dan berhubungan—dengan cara yang tidak biasa,
dengan sudut pandang menyegarkan dan unik. Dalam buku ini Yancey mengeksplorasi berbagai
permasalahan seperti:
Apakah Allah mendengarkan?
Mengapa Allah mau memedulikan kita?
Mengapa banyak doa yang tak terjawab?
Mengapa Allah membiarkan dunia berjalan sebagaimana adanya dan tidak melakukan intervensi?
Apakah doa bisa membantu kesembuhan fisik?
Mengapa Allah kadang-kadang tampak dekat, kadang-kadang tampak jauh?
Apakah doa mengubah Allah atau saya?
Bagaimana cara membuat doa terasa memuaskan?

Yancey mendukung jawabannya dengan penjelasan yang kuat mengenai pentingnya
tempat Allah dalam doa dan mengapa kita harus menghargainya. Buku ini merupakan suatu
undangan untuk berdoa pada Allah yang ingin berinteraksi dengan kita, bahkan memberikan
kita kuasa untuk memengaruhi apa yang sedang terjadi.
“Jika doa merupakan tempat Allah dan manusia bertemu, saya harus mempelajari doa,”
demikian tulis Yancey. “Saya telah menulis 20 buku, dan kebanyakan berkisar pada dua tema
yang sama: mengapa Allah tidak melakukan apa yang kita inginkan dan mengapa saya tidak
bertindak seperti yang Allah inginkan. Doa adalah titik tempat kedua hal ini bertemu.”

back to top ^
Buku Philip Yancey
Editorial Review

Buku ini terdiri dari lima bagian dengan 22 bab. Setiap bagian diawali dengan kutipan dari tokoh-tokoh rohaniawan atau penyair yang mewakili tema pembahasan sesuai judul bagian. Pada tiap bab juga terdapat kutipan serupa. Hal ini semacam pengantar atau stimuli bagi pembaca sebelum membaca isi bab lebih lanjut.

Bagian pertama terdiri dari lima bab yang menjelaskan mengenai esensi doa yang merupakan suatu kebutuhan dasar manusia. Philip menemukan ada jurang antara teori dan praktik doa. Pada bagian ini, ia mencoba menguraikan pernyataan yang muncul dari orang skeptis bahwa doa hanyalah angan-angan belaka, membuang-buang waktu. Ia membandingkan dengan pendapat orang percaya bahwa doa mungkin merupakan hal paling berguna yang memerlukan waktu. Philip juga mengungkapkan bagaimana sebaiknya manusia bisa menembus cara pandang Allah melihat realitas yang terjadi di dalam diri mereka masing-masing.

Bagian kedua terdiri dari enam bab yang membahas mengenai alasan seseorang berdoa, pergulatan dalam doa, kemitraan antara manusia dengan Allah, perubahan apa yang terjadi setelah berdoa, dan doa permohonan terhadap Allah. Pada bagian ini, penulis ingin memberikan pemahaman bahwa doa bukan sekadar medium manusia untuk menyerukan masalahnya. Penulis juga membuat tiga tahapan yang menggambarkan wujud suatu kedewasaan yang maju dalam kemitraan manusia dengan Allah. Hal ini penulis peroleh dari pengalamannya sendiri.

Bagian ketiga terdiri dari empat bab mengenai tata cara manusia berdoa dan kendala saat berdoa, yang timbul baik dari dalam diri maupun lingkungan. Pada bagian ini, penulis memberikan panduan bagi mereka yang ingin belajar berdoa, juga orang-orang yang baru mendalami Alkitab dan kemungkinan menemukan betapa sedikit ayat yang merangsang keinginannya untuk berdoa. Di antara 650 doa yang ada di Alkitab, penulis mencantumkan Doa Bapa Kami, Mazmur, doa Paulus, dan doa-doa besar lainnya pada beberapa kitab.

Bagian keempat terdiri dari empat bab yang membahas mengenai sebab-sebab doa tak terjawab, misteri jawaban doa, hubungan antara doa dan penyembuhan seseorang, serta apa saja yang harus disampaikan saat berdoa. Hal-hal ini digabungkan menjadi satu topik yaitu dilema doa. Bagian kelima, terakhir, terdiri dari tiga bab mengenai praktik dan dampak doa pada diri sendiri dan orang lain, serta hubungan berkelanjutan dengan Allah melalui doa.




back to top ^
Details
PAPERBACK: 392 pages
Publisher: BPK Gunung Mulia
Edition: 1
Language: Indonesia
ISBN-10: 978-602-231-004-4
ISBN-13:
Product Dimensions: 15x23x2 cm
Shipping Weight: 400 gr
back to top ^
Table of Content

-

back to top ^
Customer Review
Average rating rating
back to top ^