Synopsis

Bagaimana meringkas kiprah seorang tokoh yang medan pelayanannya membentang begitu luas? Sebagai orang yang dikenal di berbagai bidang, Pendeta Basoeki Probowinoto pernah menduduki posisi yang beragam, melintasi fungsi dan tugas yang diemban oleh titel yang biasanya disematkan di depan namanya: pendeta. berbagai karya dan lembaga menjadi saksi dari buah tangan dinginnya

Buku yang awalnya diterbitkan untuk menyambut ulang tahun ke-70 Pendeta Basoeki Probowinoto kini menjadi salah satu buku sejarah yang mencatat serta menelusuri jejak=jejak seorang abdi Tuhan dan abdi negara. Dalam dua bagian, buku ini menyuguhkan riwayathidup dan berbagi toleran yang pernah ditinggalkannya. Selain itu, berbagai tulisan ini dari orang-orang yang pernah pengenalnya, baik langsung maupun tidak, melengkapi goresan sejarah itu.

tulisan tersbut bukan hanya menjadi “monumen peringatan” untuk sang tokoh yang kini sudah tiada, melainkan menjadi batu-batu pijakan yang kokoh untuk menata kembali kehidupan bergereja dan berbangsa yang lebih baik bagi generasi selanjutnya, sementara sang tokoh, Basoeki Probowinoto, ibarat musafir, telah kembali ke sang Penciptanya

back to top ^
Editorial Review

Buku ini terdiri dari 2 bagian utama:

Bagian Pertama (Perkembangan danKarya Pendeta Basoeki Probowinoto) terdiri dari 3 bab yang menguraikan riwayat hidup sang tokoh, sejak lahir sampai menjelang usia ke-70.

Bagian Kedua (Karangan-Karangan Sumbangan) terdiri dari berbagai tulisan dari orang-orang yang pernah mengenal, baik langsung maupun tidak,kehidupan serta kiprah sang tokoh. Ada 4 tulisan baru dalam bagian ini, yaitu tulisan dari Flip Litaay, Slamet Rahardjo, G. Subanar SJ, dan Alex Japalatu. Pada bagian depan buku, beberapa kata sambutan diberikan, seperti dari Ketua DPRD Salatiga (untuk edisi terbaru), ketua PGI (untuk edisi sebelumnya atau cetakan ke-2), Rektor UKSW (John Titaley),sambutan dari Dr. T.B. Simatupang, pengantar dari penyusun (baik untuk edisi lama dan baru), dan pengantar penerbit. Pada akhir tulisan, buku ini ditutup oleh berbagai daftar lampiran.

Pada Bagian Pertama, pembaca disuguhi secara lengkap riwayat hidup sang tokoh. Banyak sekali kutipan langsung yang berasal dari wawancara dengan berbagai tokoh, termasuk Pendeta Probowinoto sendiri.
Kutipan dari wawancara ini membuat Bagian Pertama ini tampak lebih hidup. Ada beberapa bagian yang ditonjolkan, seperti bagaimana Probowinoto yang sering loncat kelas, di samping jalur sekolahnya yang tidak umum, yaitu mengambil sekolah teologi untuk menjadi pendeta.

Perannya dalam kemerdekaan, serta kiprahnya dalam bidang tulis-menulis atau penerbitan pun tidak ketinggalan disorot. Karakter sang tokoh juga muncul sebagai seseorang yang berani, dan berinisiatif. Untuk memudahkan pembaca dalam mengikuti berbagai karya pelayanan Probowinoto, penyusun membagi bagian ini ke dalam 3 bab, dan Bab 2 dibagi ke dalam berbagai bidang pelayanan sebagai medan kiprah sang tokoh: bidang kegerejaan, bidang politik, bidang pers dan publikasi, bidang pendidikan formal dan nonformal, serta bidang sosial ekonomi dan sosial budaya.

Bagian Kedua berisi tulisan sumbangan yang berasal dari berbagai tokoh yang pernah mengenal sang tokoh, baik langsung maupun tidak. Sama seperti karya pelayanan sang tokoh yang sangat beragam, tulisantulisan itu pun beragam tema dan topiknya, masing-masing menyoroti segi tertentu dari aspek pelayanan sang tokoh. Ada tulisan yang berfokus pada kiprah pelayanan Probowinoto dalam gereja, ada pula tulisan yang berfokus pada peran Probowinoto dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Namun, hampir semua tulisan menggabungkan keduanya.

Di samping itu, ada pula tulisan yang mencoba merfleksikan salah satu aspek dari kehidupan dan pelayanan Probowinoto lalu merenungkan situasi gereja atau Indonesia berdasarkan refleksi itu. Tulisan T.B. Simatupang masuk dalam kategori ini. Sebagai seorang tokoh, ia memiliki kepedulian yang besar atas nasib negeri ini. Ia mengupas perkembangan temporer Indonesia sebagai salah seorang yang peduli sama seperti Probowinoto pun peduli pada nasib bangsanya.

Begitu juga tulisan G. Subanar SJ. Sebagai sejarawan, ia mencoba melihat upaya penerbitan buku ini sebagai semacam vintage, yaitu upaya untuk menghadirkan kembali sesuatu yang lama dengan cara baru supaya orang-orang pada masa kini bisa menikmati dan memetik nilainya. Buku ini, menurutnya, menghadirkan dan mengangkat kembali kenangan kisah dan perjuangan dari perjalanan hidup, pandangan serta kiprah Bapak Pendeta Basoeki Probowinoto. Inilah kekayaan hidup tokoh gerejani yang tidak memisahkan diri dari lingkungan hidup masyarakatnya, melainkan
justru bersikap membuka diri dan terlibat di dalamnya.

Selain itu, ada tulisan baru dari Alex Japalatu -wartawan majalah Inspirasi- yang mengangkat kembali riwayat hidup sang tokoh dengan cara berbeda. Perbedaan ini muncul karena tulisannya berupa laporan perjalanan napak tilas ke Salatiga dengan ditemani dan juga disertai beberapa hasil wawancara terkini dari orang-orang yang pernah mengenal sang tokoh.

Ada satu tulisan, yaitu dari Slamet Rahardjo, yang secara tegas mengusulkan agar Pendeta Basoeki Probowinoto layak diangkat menjadi pahlawan nasional, mengingat peran dan jasanya dalam kemerdekaan Indonesia.




back to top ^
Details
Papaerback: 480 pages
Publisher: BPK Gunung Mulia
Edition: 1
Language: Indonesia
ISBN-10: 978-602-231-242-0
ISBN-13:
Product Dimensions: 14x21x3 cm
Shipping Weight: 400 gr
back to top ^
Table of Content

-

back to top ^
Customer Review
Average rating rating
back to top ^